Selasa, 12 April 2011

Pelajaran Tentang Kehidupan

Jangan pernah menilai hari-hari dari panen yang anda tuai, tapi dari benih
yang anda tanam. - Robert Louis Stevenson -

Pelajaran tentang Kehidupan

Seorang laki-laki memiliki empat orang anak laki-laki. Laki-laki itu
menginginkan agar anak-anaknya jangan tergesa-gesa dalam menilai sesuatu.
Maka laki-laki itu memerintahkan agar setiap anaknya secara bergiliran
menyelidiki sebuah pohon pir yang letaknya tak jauh.
Anak pertama datang pada musim dingin, anak yang kedua pada musim semi, anak
yang ketiga pada musim panas,
dan anak yang paling muda pada musim gugur.

Ketika mereka semua telah pergi dan telah kembali, laki-laki itu memanggil
mereka bersama-sama untuk menceritakan apa yang telah mereka lihat.
Anak pertama mengatakan bahwa pohon itu buruk, bengkok, dan terpelintir.
Anak yang kedua mengatakan bahwa pohon itu tertutup oleh pucuk-pucuk daun
hijau yang sangat menjanjikan.
Anak yang ketiga tidak menyetujuinya, ia berkata bahwa penuh dengan bunga
yang merekah yang sangat harum baunya
dan tampak sangat indah. Itulah pohon yang paling indah yang pernah ia
lihat.
Anak yang terakhir tidak setuju dengan semua pendapat itu, ia mengatakan
bahwa pohon itu penuh dengan buah yang masak yang sangat enak rasanya.

Kemudian laki-laki itu menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa mereka semua
benar,
karena setiap orang diantara mereka hanya melihat pohon itu pada satu musim
dalam kehidupan pohon tersebut.
Kemudian laki-laki itu berkata, "Kamu tidak bisa menilai sebuah pohon atau
seseorang hanya dari satu musim atau satu sisi,
dan hakikat dari siapakah mereka beserta kesenangan, kegembiraan dan cinta
yang berasal dari kehidupan hanya dapat diukur pada akhirnya,
ketika semua musim telah selesai..

Jika kamu hanya berhenti pada musim dingin, kamu akan kehilangan janji musim
semi, keindahan musim panas, dan kepuasan musim gugur.
Jangan biarkan rasa sakit pada satu musim menghancurkan kagembiraan
musim-musim lainnya.
Jangan menilai kehidupan melalui salah satu musim yang sulit.
Tetap teguhlah dalam menempuh jalan pada saat sulit, karena tentu akan
datang saat yang mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar